Keranjang Belanja

0 item(s) - Rp.0
Keranjang Belanja Anda kosong!



Tworzenie stron WWW - Design Studio WWW - Firma zajmująca się projektowaniem stron internetowych, tworzeniem szablonów dla stron oraz sklepów internetowych.

Sponsor: http://www.webcreative.com.pl/oferta.html

Al Luma Fi Asbabil Wurud

Al Luma Fi Asbabil Wurud
Penerbit: Sinar Baru Algensindo
Pengarang: Al Imam Jalaluddin Suyuthi
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp.18.000 Rp.16.200
Jml:     - ATAU -   Tambah Daftar Belanja
Bandingkan

AL-LUMA FI ASBABUN NUZUL

(BRILIAN)

Tiap-tiap disiplin ilmu mempunyai terminologinya masing-masing. Kita telah mengenal dalam ilmu tafsir istilah Asbabun Nuzul atau peristiwa yang melatar belakangi turunnya ayat-ayat Al-Qu’an. Akan tetapi dalam ilmu hadis topik yang semisal mempunyai terminologinya sendiri, di kalangan ulama ahli hadis disebut Asbabul Wurud atau peristiwa yang melakar belakangi munculnya sebuah hadis. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa materi Asbabul Wurud lebih cenderung pembahasannya kepada sejarah syari’at. Namun demikian, kedudukannya sangat penting karena dapat membantu untuk memahami setiap hadis dengan pengertian yang benar dan tepat sesuai dengan peristiwa yang melatar belakangi kejadiannya masing-masing.

Hal ini dibahas oleh Imam Jalaluddin as Suyuthi yang juga penulis kitab Tafsir Jalalain dengan pembahasan yang jelas dan gambling, meskipun singkat karena hanya mengemukakan sampel-sampel setiap bab fiqih namun demikian dapat dijadikan sebagai panduan dan parameter untuk memahami hadis-hadis lain yang jumlahnya sangat banyak. Beliau bukan hanya pakar di bidang tafsir tetapi juga pakar di bidang ilmu hadis, bahkan berbagai cabang ilmu syari’at lainnya termasuk sejarah. Dan salah satu dari karya tulisnya berkenaan dengan Asbabul Wurud adalah Al-Luma’ (Brilian) ini. Untuk lebih jelasnya dapat dikemukakan sebuah contoh sabda Nabi SAW yang mengatakan “Kami adalah suatu kaum yang tidak berani makan kecuali bila lapar dan bila makan kami berhenti sebelum kekenyangan”. Ungkapan ini ditujukan kepada delegasi Romawi yang merasa heran ketika melihat kaum muslimin di Madinah semuanya sehat jarang ada yang sakit, ketika ditanyakan mengenai kiatnya, maka muncullah jawaban ini. Dengan demikian menjadi jelaslah duduk perkara yang sebenarnya, maka kisah seperti inilah yang disebut oleh ulama ahli hadis dengan istilah Asbabul Wurud.

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek           Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Copyright©2013 by ZEDAN RIZKIYA